Tuesday, 2 August 2016

Kaldu Ayam Beku MPASI

 Kaldu
Kal.du
Air (kuah) daging yang direbus


Sejak sebelum masa MPASI Raya, saya sudah bertekad untuk memasak sendiri makanan untuk Raya.Mulai mengumpulkan tekad, semangat, dan resep MPASI rumahan. Rajin membaca artikel-artikel tentang MPASI, sampai kemudian ikut di grup Homemade Healthy Baby Food di laman Facebook. Saya sadar sepenuhnya, sebagai ibu bekerja dan senang bepergian selalu ada excuse untuk memberikan makanan bayi instan.

Umur Raya saat ini sudah masuk 9 bulan 2 minggu. Alhamdulillah sampai saat ini tidak pernah bolong membuatkan sendiri MPASI Raya. Banyak teknik memasak maupun penyimpanan MPASI sudah dicoba. Mulai dari puree yang dibekukan (untuk liburan) sampai MPASI hangat segar baru dimasak setiap akhir minggu (yang tidak ada acara keluar rumah).

Sebagian bahan untuk membuat stok Kaldu Ayam beku

Menurut saya,  ada dua persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk MPASI Raya. Yang pertama mudah dan cepat dibuat (saya bukan morning person yang rela bangun pagi buta hanya untuk masak). Yang kedua ialah bisa dibuat sekali untuk makan sepanjang hari, baik disimpan dalam suhu ruangan atau dihangatkan ketika akan dikonsumsi. Salah satu cara praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan memberi rasa gurih alami pada makanan ialah dengan membuat stok kaldu beku. Resep dasar kaldu ayam beku ini sendiri saya ambil dari group Homemade Healthy Baby Food di laman Facebook, dengan sedikit modifikasi a la saya.

Percobaan pertama membuat stok kaldu ayam kampung beku sukses. Sukses dalam artian Raya tetap makan dengan lahap dan tidak timbul reaksi alergi.
Kaldu ayam ini saya buat dari 1 ekor ayam kampung utuh, entah berapa kg beratnya. Daging ayamnya saya sisihkan untuk tambahan mpasi, dan tulangnya saya pergunakan untuk membuat kaldu. Daging ayamnya saya potong kecil-kecil. Disimpan dalam keadaan beku dalam kantung plastik. Satu kantung plastik untuk sekali masak.
Karena membuat kaldu ini memerlukan waktu lumayan lama, saya biasanya membuat kaldu pada akhir minggu. Kaldu mulai dimasak siang hari, dan sudah jadi kaldu beku siap disimpan pada malam harinya.

Potongan daging ayam dibungkus plastik, siap dibekukan




Berikut resep dan cara memasak Kaldu Ayam beku
Bahan :
  • 1 ekor ayam kampung. Bersihkan dan pisahkan antara daging dan tulangnya. Sisihkan daging, tulang, sayap, dan cekernya.
  • 2 liter air.
  • 1 siung bawang putih, geprek.
  • 2 batang seledri, simpulkan.
  • 1 buah wortel utuh, bersihkan kulitnya.
  • 1 batang daun bawang iris halus.
  • 1 buah tomat, iris halus.
  • 2 lembar daun salam.
  • ½ ruas jari jahe, geprek 
Cara Memasak : 
  • Didihkan air.
  • Masukkan bawang putih, tulang ayam, ceker, dan sayap ayam.
  • Rebus dengan api kecil sampai air menjadi 3/4-nya.
  • Masukkan bahan bahan lainnya.
  • Rebus kembali sekitar 15-20 menit.
  • Angkat, buang lemak yang mengambang.
  • Dinginkan.
  • Saring kaldu.
  • Masukkan kaldu ke dalam wadah tertutup untuk 1 kali masak. Simpan di freezer. Sebagian kaldu saya simpan dalam baby cubes (8 cubes ukuran 80ml). Sebagian lagi dicetak dengan cetakan es batu, setelah beku dimasukkan plastik kecil-kecil ukuran sekali porsi masak.
Kaldu ayam pada saat dimasak


Saturday, 25 June 2016

Puding Roti Tawar Kukus

voilaaa....puding roti tawar buatan sendiri

Sebenarnya sih saya bukan penggemar berat dari bread pudding alias puding roti tawar, sampai merasa harus bisa membuatnya sendiri. Percobaan membuat puding roti tawar ini berawal dari keisengan membeli buku resep khusus puding dan agar-agar. Dibuka-buka, kemudian tertarik dengan foto bread pudding yang ada di buku tersebut. Fotonya terlihat enak dan mudah dibuat (ke-sotoy-an saya). Tertarik dengan fotonya, baru kemudian membaca resepnya. Ternyata harus dipanggang menggunakan oven, sementara saya sendiri belum ada ovennya.

Tidak bisa panggang, maka mengukuspun jadi. Kemudian gugling resep puding roti tawar kukus yang foto hasil akhirnya mirip seperti di foto buku resep. Dapat resep disini, yang kemudian saya buat dengan sedikit penyesuaian.
Bahan :
5 lembar roti tawar tanpa pinggiran, potong-potong
300 ml susu putih cair (saya pakai susu ultra low fat hi calcium putih)
3 butir telur ayam
50 gram gula pasir
30 gram margarin
¼ sendok teh vanili bubuk
Choco chips sesukanya

Cara Membuat :
  1. Rebus susu putih cair, vanilli, dan gula menjadi satu dalam satu wadah. Aduk hingga larut gulanya. Sembari menunggu gula larut, siapkan telur dan margarin kocok menjadi satu di wadah yang berbeda.
  2.  Masukkan potongan roti tawar ke dalam adonan rebusan susu tadi sampai benar-benar hancur dan merata lembutnya. 
  3. Campurkan adonan telur dan margarin yang sudah dikocok ke dalam adonan rebusan susu yang telah diberi roti tawar.
  4. Siapkan loyang atau wadah yang sesuai selera. Saya menggunakan wadah aluminium foil bulat diameter 8cm. Adonan dimasukkan kira-kira ¾ wadah.
  5. Proses pematangannya saya bagi menjadi dua. Sebagian saya kukus dengan panci kukusan biasa. Sebagian lagi saya matangkan dengan rice cooker (dengan teknik au bain marie ala ala).
  6. Untuk puding yang dimasak dengan rice cooker, masukkan air hingga wadah aluminium foil terendam setengahnya. Tujuannya agar puding tetap moist tetapi muncratan dari air yang mendidih tidak sampai masuk ke dalam wadah. Masak dalam mode ‘cook’
  7. Kukus selama 5 menit, baik untuk di panci maupun di rice cooker. Setelah itu keluarkan dari kukusan. Hati-hati dengan uap panasnya (terutama untuk di rice cooker).
  8. Taburi dengan choco cips sesukanya. Lanjutkan kukus selama 30 menit atau hingga ‘cook’ mode berubah menjadi ‘warm’ mode pada rice cooker.
  9. Keluarkan dari kukusan, tunggu hingga hilang uap panasnya, masukkan ke dalam lemari es jika lebih suka puding dingin.

Rasa dan tekstur dari kedua jenis puding roti tawar ini hampir mirip, secara tampilan pun demikian. Puding yang menggunakan kukusan, hasil jadinya lebih mengembang ketika baru matang daripada yang menggunakan rice cooker. Tapi setelah suhunya turun, pudingnya mengempis seukuran sama dengan puding rice cooker. Saya pribadi lebih suka puding roti tawar yang dingin. Rasanya lebih segar. Permukaan pudingnya keras (sedikit crunchy), dengan isian yang lembut.


Selamat mencoba :)

Tekstur puding yang masih hangat

Tuesday, 3 May 2016

S1 ASIX Manggala Raya

2016.05.04


Akhirnya, lega melewati 6 bulan penuh perjuangan. Dengan bangga bisa bilang, Raya sudah lulus 6 bulan asi eksklusif.


Manggala Raya, 2m 2w. Awal-awal belajar minum ASIP menggunakan soft cupfeeder

Awal belajar minum ASIP menggunakan soft cupfeeder banyak yang menganggap kami berlebihan (alasan kenapa kami ngotot tidak memberikan dot buat Raya bisa dilihat disini dan disini). Syukurnya, kami mendapat pengasuh (yang sudah berpengalaman dari kami, anaknya sudah 3 dan besar-besar) yang tetap mau mendengarkan dan membuka diri terhadap hal baru. 
Dua minggu pertama belajar minum ASIP menggunakan soft cupfeeder berhasil kita lalui dengan airmata dan keringat. Setelah 2 minggu masa percobaan penitipan dan ibu sudah benar-benar harus balik kerja, Raya masih belum terampil minum ASIP dengan soft cupfeeder. 
Seminggu pertama ibu tinggal ngantor, Raya masih juga belum terampil minum ASIP dari botol soft cupfeeder.
Kamu menangis histeris. Pengasuhmu bingung. Ibu apalagi, meskipun bapakmu selalu menyemangati ibu dari tempat dinasnya disana. Belum lagi tekanan lingkungan. Menganggap bahwa penggunaan dot tidak apa-apa daripada kamu menangis, menganggap bahwa dot (yang katanya) mirip puting susu ibu adalah yang terbaik. Kamu menangis. 
Hari pertama di minggu kedua Raya ditinggal ngantor, Raya tiba-tiba anteng dan terampil minum ASIP dari botol soft cupfeeder-nya. Alhamdulillah nak. 

Terima kasih.

Terimakasih nak dan bapak, sudah menjadi bagian dari tim yang solid mendukung pemberian asi eksklusif. Terimakasih sudah membantu ibu menunjukkan pada lingkungan kalau kita bisa, kalau teori yang kita baca dan dapat dari dokter itu benar adanya.Kita tunjukkan bahwa mitos-mitos menyusui dan kehamilan itu banyak yang tidak benar. Pada akhirnya kita bisa membuat lingkungan percaya kalau kita bisa, dan apa yang kita lakukan ini baik.

Masih ada 1,5 yahun perjalanan lagi nak, semoga kita bertiga (atau mungkin nanti berempat atau berlima J) bisa menjadi tim yang lebih solid lagi menghadapi tantangan lainnya.





S1 ASIX Manggala Raya

Sunday, 24 April 2016

Pasta Tumis, pasta dengan kearifan lokal

Pasta tumis

Sabtu menuju sore, waktu terlambat untuk makan siang terlalu cepat untuk makan malam. Buka kulkas, masih ada setengah bungkus spageti. Mendadak pengen makan yang berasa pedas gurih di lidah.  Kumpulkan bahan-bahan yang ada, awalnya mikir mau dimasak ala ala chef di yutub tapi kok bahannya ya begitu. Yasudahlah, akhirnya dimasak seadanya aja. Dan ternyata enak J

Bahan :
Spageti secukupnya untuk 1 porsi ngemil berat (saya pakai yang merek L* F*nte)
Pastanya kira-kira segini banyaknya

Bumbu :
3 siung bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, keprek, cincang kasar
1 buah tomat, buang bijinya potong dadu
3 buah cabai merah, iris tipis
Garam secukupnya

Topping :
Tahu jawa (tahu yang kalau digoreng dalemnya kosong) dipotong dadu kecil-kecil, digoreng kering.

Cara Pembuatan :
  1.  Panaskan air secukupnya untuk merebus pasta. Masukkan minyak goreng 1 sendok makan ke dalam air rebusannya. Direbus selama 10 menit. Setelah matang, tiriskan.
  2.  Sambil menunggu pasta matang, tumis bawang merah bawang putih dengan sedikit minyak goreng. Sampai harum setengah matang, masukkan cabai merah. Hampir matang, kemudian masukkan tomat. Diaduk-aduk sampai matang. Matikan api.
  3. Masukkan pasta ke dalam bumbu tumis. Aduk sampai rata. Tambahkan garam sesuai selera untuk koreksi rasa.
  4. Beri taburan topping.
  5. Foto dulu sebelum dimakan.


Ini fotonya yang lebih zoom


Friday, 8 April 2016

Flight with my Bro

Bepergian dengan pesawat udara bukan menjadi hal istimewa lagi bagi Raya (5,5 mo). Pernikahan jarak jauh yang kami jalani membuat Raya terbiasa bepergian dengan pesawat sejak umur 2 bulan. Kepergian Raya pertama kali keluar kota dengan pesawat bukan tanpa halangan. Apalagi di keluarga saya, yang tidak punya budaya bepergian dengan membawa bayi. Begitupun dengan keluarga suami. Banyaknya pihak yang kontra dengan keputusan saya (waktu itu) untuk membawa Raya yang baru berusia 2 bulan untuk bepergian malah menambah semangat saya untuk mencari tahu tata cara membawa bayi ketika bepergian dengan pesawat. Perjalanan udara pertama buat Raya dan perjalanan pertama buat saya berdua saja dengan bayi.

 Foto : Dalam kabin pesawat bersama Raya (5mo)

Mencari tahu dengan cara gugling lewat internet, membaca pengalaman ibu-ibu lain, maupun berbagi pengalaman dengan para ibu yang sudah lebih dulu membawa bayinya melalui perjalanan udara. Dan bertanya pada dokter anak tentunya.
Persiapan yang saya lakukan untuk perjalanan udara bersama Raya kira-kira seperti berikut :
  1. Jangan malas untuk mencari tahu peraturan maskapai jika membawa bayi. Cari dan baca, jangan hanya berdasar pada katanya. Ada beberapa maskapai yang mensyaratkan surat keterangan untuk bayi dibawah 6 bulan, sementara maskapai lain hanya untuk bayi dibawah 3 bulan. Demikian juga baca dengan seksama tatacara jika ingin membawa cairan (ASIP) ke dalam kabin pesawat.
  2. Berkonsultasi dengan dokter anak. Selalu cek kondisi bayi sebelum bepergian, ada atau tidak ada gejala penyakit yang terlihat. Meskipun tidak dalam keadaan sakit, saya juga selalu membawa obat panas, batuk, pilek, dan termometer dalam satu kantung yang diletakkan dalam tas ransel kabin setiap bepergian dengan Raya.
  3. Cerewetlah bertanya ketika konsultasi dengan dokter anak. Sekali lagi, cerewetlah. Selalu konsultasi dengan dokter anak, jangan terpaku pada 'katanya katanya...', 'biasanya...'  atau 'menurut orang yang udah duluan...'. Tetap mencari tahu, tetapi semua info yang kita dapat harus di-cross check sebelumnya dengan dokternya (yang tentunya akan memberi saran sesuai dengan kondisi kesehatan si anak). Jangan lupa, ajak orangtua (atau siapapun yang kontra) ketika konsultasi. Karena pada dasarnya, tidak ada larangan untuk mengajak bayi melalui perjalanan udara.
  4. Pergunakan tas ransel untuk menyimpan peralatan si kecil dan peralatan pribadi kita. Usahakan kedua tangan bebas dari tentengan, sehingga kita bisa konsentrasi penuh dengan si kecil. Semua barang bawaan lain masuk dalam satu koper bagasi jika bepergian berdua saja. Hanya membawa satu koper bagasi akan mempermudah perjalanan dari masuk bandara sampai ke konter check in, dan dari tempat pengambilan bagasi sampai keluar area kedatangan.
  5. Pergunakan pakaian menyusui dan alas kaki yang nyaman. Karena nursery room belum menjadi fasilitas yang populer (sepopuler toilet) di bandara. Baju menyusui yang nyaman dipergunakan untuk mengantisipasi lokasi nursery room yang letaknya berjauhan, sehingga siap untuk menyusui dimana saja. Sebagai contoh, di bandara domestik Ngurah Rai, nursery room hanya ada di dekat 'gate' 6, bayangkan jika kita masuk pesawatnya dari 'gate' 1.
  6. Kalau punya stroller, pergunakan. Semua bandara saat ini punya fasilitas lift untuk menuju ke lantai yang berbeda. Meletakkan bayi di stroller bisa mengurangi kelelahan selama menunggu jam keberangkatan, apalagi jika jadwal keberangkatan mengalami delay. Stroller bisa dilipat dan dimasukkan bagasi pesawat sebelum masuk kabin dan diambil bersamaan dengan barang yang masuk bagasi. Jangan lupa untuk minta tag penanda bagasi untuk stroler ketika proses check in (tidak semua petugas di konter check in langsung tanggap dengan adanya stroler).
  7. Memakaikan Raya pakaian senyaman mungkin. Mengingat Raya tidak tahan dingin AC dan tidak suka menggunakan pakaian berlapis, jadi Raya saya pakaikan jumper lengan panjang dan kaos kaki panjang menutup kaki macam legging yang tidak terlalu ketat tapi tetap hangat. Pada perjalanan udara terakhirnya, saya juga membawakan teether-nya (mainan gigit-gigitan) untuk menjaga mood nya tetap baik selama perjalanan.
  8. Cara paling mudah menjaga agar perubahan tekanan udara tidak mengganggu pendengaran bayi adalah dengan disusui. Sesuai saran dokternya, Raya sama sekali tidak menggunakan penutup telinga dan hanya disusui terutama selama proses landing dan take off.
  9. Jangan lupa bawa fotokopi akte kelahiran, sebagai satu-satunya dokumen identitas si bayi.
  10. Terakhir, jangan lupa Bismillah sebelum berangkat (atau sesuai kepercayaan masing-masing) agar perjalanan lancar tanpa hambatan.


Foto : Menunggu bagasi di bandara Soekarno Hatta (Raya 5mo)

Untungnya, Raya termasuk bayi yang bisa diajak 'bicara' dan cepat belajar. Sehingga sangat mempermudah perjalanan perdana dan perjalanan kami selanjutnya.

Tidak ada tangisan ketika proses landing dan take off, terima kasih Raya karena langsung paham harus menyusui agar tetap nyaman.

Tidak ada tangisan bosan selama perjalanan, terima kasih sudah menganggap nyanyian dan obrolan ibumu ini cukup menghibur.

I'm a proud mom yang masih terus belajar.

Foto : Diantar pulang setelah berkunjung ke tempat Bapak (Raya 2 mo)

Thursday, 31 December 2015

Monday, 21 December 2015

Donat Seribuan

coba resep Donat Kentang



Donat kentang hasil percobaan kedua


‘Donat Seribuan’ itu istilah saya dan suami buat nyebut donat-donat yang dijual di warung-warung dan pinggir jalan. Sewaktu awal-awal kehamilan, saya sempat punya obsesi tersendiri dengan ‘donat seribuan’ ini. Bahkan dulu rutin setiap jam 10 pagi, jalan ke warung di komplek perumahan di Makassar buat beli donat ini. Rebutan dengan anak-anak sekolah. Sempat bercita-cita ingin mencoba buat sendiri di rumah, tapi kemudian urung karena waktu itu harga kentang kebetulan mahal dan belum punya timbangan untuk masak.

Kemudian pindah ke Bali pada umur kehamilan mau masuk 5 bulan. Di sini malah ga nemu yang namanya donat seribuan ini. Yang banyak dijual donat empuk lembut belasan ribu. Saking kangennya dengan donat seribuan ini, kemudian gugling resep-resep donat. Menurut saya yang belum punya pengalaman membuat donat sama sekali, hanya berdasarkan baca-baca resep yang ada, donat kentang sepertinya mudah dan murah.

Donat hasil percobaan pertama, baru habis digoreng

Murah, memang iya. Bahannya mudah didapat dan harganya tidak mahal. Beberapa bahannya malah sudah ada stoknya di rumah. Mudah, ternyata tidak. Perlu dua kali percobaan resep untuk bisa mendapat donat seperti yang diinginkan. Percobaan pertama adonannya kurang kalis, sehingga tidak mau dibentuk donat. Digoreng bulet-bulet seperti membentuk bakso saja jadinya. Percobaan kedua mulai lumayan. Ketiga kali, dapat pujian suami..hehe..

Donat hasil percobaan pertama


Resep awalnya diambil dari sini, dengan beberapa modifikasi sesuai selera :  

Bahan :
500 gram terigu (cakra)
50 gram susu bubuk (saya pakai susu dancow putih)
11 gram ragi (fermipan/saf instant dijual dalam kemasan 11gr per sachetnya)
200 gram kentang kukus (haluskan+dinginkan)
50 gram gula kastor/gula halus (di resep asal menggunakan 100 gram)
75 gram mentega
0.25 sendok teh garam
4 butir kuning telur
100 ml air dingin (menggunakan air dingin dispenser)


Cara Pembuatan :
1.   Kukus kentang, dinginkan. Setelah dingin kemudian haluskan. Saya menggunakan saringan teh dari logam yang berukuran besar untuk mendapatkan tekstur kentang yang hancurnya merata. Kentang kukus, ditekan-tekan di saringan menggunakan sendok.
2.   Jangan lupa untuk saring tepung dan gula kastor agar tidak menggumpal.
3.   Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata
4.   Masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis. Air dingin dimasukkan setengah resep dulu sambil terus diuleni. Masukkan terus air dingginnya sedikit demi sedikit sampai dapat tekstur adonan yang diinginkan.

Adonan kalis, kira-kira seperti ini lah tampilannya

5.   Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 20-30 menit dengan ditutup lap basah (lembab) atau plastik.
6.   Bentuk adonan sesukany, bisa dibulatkan, dibentuk dengan tangan atau menggunakan cetakan donat. Diamkan 20 menit dalam wadah tertutup lap basah atau plastik, hingga mengembang. Beri jarak antara 1 donat dengan lainnya, karena adonannya nanti akan mengembang ke segala arah.
7.  Siapkan wajan dengan minyak goreng, gunakan minyak goreng agak banyak sehinggadonat dapat terendam sempurna dalam minyak. Goreng dalam minyak dgn api sedang hingga kuning keemasan (golden brown).
8.  Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat, selai, atau dimakan polosan.


Donat kentang + kopi untuk suami