Friday, 22 August 2014

Sesederhana Ini

Bisa bayangkan rasanya?
Sejauh perjalanan menuju impian
Menjelang pencapaian, kemudian tersadar
Ternyata apa yang kita cari tak serumit itu

Ternyata sederhana saja.....
Sesederhana kebahagiaan di sudut senyum 
Sesederhana penghabisan waktu dengan sahabat hidupmu
Sesederhana usapan di punggung menjelang tidur malam
Sesederhana bicara denganmu ketika hari mendung
Sesederhana seduhan kopi hitam pertama di pagi hari

Ah, jika saja hasrat hidup betul-betul bisa dibuat sesederhana itu...



Tuesday, 19 August 2014

Pengalaman Perpanjang SIM di SIM Corner Carrefour, Sunset Road Bali



SIM, petanda legalitas sebagai pengendara kendaraan bermotor

Sekedar berbagi pengamalan perpanjang SIM di SIM Corner Carrefour Sunset Road, Denpasar. Tadi pagi dateng ke SIM corner, niatnya mau perpanjang SIM. Buat yang belum pernah kesini, musti dateng pagi-pagi banget, karena cuma disediakan 35 blangko. Saya sendiri baru berhasil perpanjang SIM pada kedatangan kedua. Kedatangan pertama pada hari Kamis 17 Juli 2014 tidak bisa perpanjang karena tidak tahu kalau blangko nya terbatas. Waktu itu datang pukul 8.45 dan sudah di antrean nomer 60 an. 


Foto kerumunan orang perpanjang SIM di depan ruangan SIM Corner (2014 07 17)
Difoto oleh kawan saya


Sistem antreannya menggunakan sistem tulis di kertas. yang dateng pertama, musti bawa kertas sendiri, tulis nomer dan namanya trus ditaruh di tembok deket pintu ruangan SIM Corner. Disediakan tempat kertas bentuknya seperti bingkai yang menjepit keempat sisi kertas.


Setelah itu tunggu sampai bapak polisi dan ibu bank datang, sekitar jam 10 an lah. Buat SIM disini, nunggunya yang lama, proses pembuatannya sendiri cepet banget. Tidak sampai setengah jam SIM sudah jadi. Ada tiga petugas yang melayani kita disini. Satu petugas berpakaian preman bertugas memanggil nama dan melakukan iput data dan pas foto, satu petugas berpakaian polisi bertugas di bagian dokumen-dokumen, dan satu lagi petugas perempuan di bagian penerimaan uang

Begitu petugas datang lengkap, dia akan manggil nama-nama orang sesuai dengan urutan yang tertulis di lembaran kertas tadi. Dan yang tidak ada akan dilewatkan begitu saja, juga dengan yang syaratnya tidak lengkap. Pokoknya, yang bisa mengurus SIM adalah yang namanya dipanggil sesuai nomor urutan dan syaratnya lengkap. Di persyaratannya tertulis kalau musti ada tes kesehatan tapi saat perpanjangan SIM tadi siang, tidak ada tes kesehatan ini.

Foto bagan mekanisme perpanjangan SIM di SIM Corner


Nama yang dipanggil tadi haruslah menyerahkan SIM asli dan selembar fotokopi KTP/Kipem Denpasar yang masih berlaku. Kemudian akan diberikan blangko isian yang harus diisi sendiri. Blangko ini diletakkan dalam map yang bagian depannya sudah dijepret SIM dan foto kopi KTP. Selesai diisi kemudian dikumpulkan di loket pembayaran. Petugas pembayaran akan memanggil pencari SIM sesuai dengan urutan peletakan blangko tersebut.

Oh iya, di SIM Corner itu pengumuman yang ditempel cuma proses dan persyaratan saja. Untuk biayanya sendiri baru diketahui pas pembayaran, atau jika ditanyakan.
Untuk informasi, tadi saya perpanjangan 2 SIM, yaitu SIM A dan SIM C, kena Rp. 340.000,-. Dengan rincian, SIM A Rp. 175.000 dan SIM C Rp. 165.000. Sayangnya tidak diberikan tanda terima, jadi habis bayar langsung diminta masuk ruangan untuk mengantre input data ke komputer dan untuk difoto.

Hal lain yang harus diperhatikan :
  1. Pastikan kalau saat hari perpanjangan SIM, waktunya belum melewati setahun dari tanggal habis berlaku. Sebab kalau sudah lewat setahun, harus buat SIM baru, tidak bisa diperpanjang.      
  2. Dateng pagi-pagi banget, dan kalau udah yakin bakal dateng paling pagi jangan lupa bawa selembar kertas HVS putih polos ukuran A4 ya (untuk menuliskan urutan antrean)
  3. Jangan lupa membawa peralatan tulis sendiri ya, gunanya untuk menulis nama di kertas antrean dan untuk mengisi blangko isian.
  4. Bawa SIM asli yang mau diperpanjang, pastikan SIM nya dikeluarkan oleh Polresta Denpasar. 
  5. Bawa foto kopian identitas kependudukan Denpasar (KTP atau Kipem) dan pastikan masih berlaku.

Semoga informasi ini bisa membantu ya. 
Cepat dan mudah, tidak perlu pakai calo lagi :)


Foto narsis sama Onky setelah berhasil perpanjang SIM


Tuesday, 12 August 2014

Lesson Learnt

Matahari terbit lebih indah dengan awan

Awan mendung sekalipun

Sedikit hujan

Seperti kerikil kecil di jalan setapak...

Rintik hujan dikala cerah...

Sedikit rintangan dalam pencapaian...

Hidup tidak selamanya sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Tetapi jika kita cukup keras mengejar impian kita, bukan tidak mungkin akan berhasil bukan?

Jikalau tidak tercapai pun, proses yang kita lalui dalam pencapaian itu akan membuat kita menjadi seseorang yang baru, yang lebih baik

Tidak ada keindahan matahari terbit tanpa awan.

Tanpa kehadiran awan apa bagusnya matahari bulat yang perlahan naik menjauhi garis horison.

Tanpa semburat cahaya biasan titik air...

Tanpa rol yang keluar dari kisi-kisi awan...

Iya, apa rasanya hidup tanpa tantangan...



Gambar : suatu pagi di Pantai Shindu, Sanur Bali. Matahari terbit lebih indah dengan sedikit sapuan hujan bukan?

Friday, 30 May 2014

Hujan Yang Hangat

Bagiku, dalam sebuah perjalanan, penting untuk tahu dengan siapa kita sedang berjalan. Mungkin lebih penting dari pada ke mana arah tujuan.

'siapa', bisa membuat kita tetap yakin dengan tujuan kita, atau bahkan berubah haluan. Entah ke arah yang lebih baik atau sebaliknya.

'siapa', bisa menentukan kapan kita akan sampai ke tujuan.entah itu menjadi lebih cepat atapun terayun-ayun lebih lambat.

'siapa', bisa menentukan arah tujuan kita. Apakah kita berhasil mencapai tujuan awal, atau melampaui tujuan awal, atau bahkan hanya setengah perjalanan.Atau, kita menuju tujuan lain, yang bisa jadi jauh lebih baik atau nilainya hanya setengah ekspektasi awal. 

'siapa', bisa menguatkan atau bahkan melemahkan keteguhan hati menuju tujuan akhir.

Entah mana yang lebih baik. Karena pada akhirnya, dimanapun kita sampai, semua akan sama indahnya jika bersama 'siapa' yang tepat.

Kuharap denganmu membuat hari-hari hujan dalam perjalanan kita tetap terasa hangat. Menuju tepat ke arah tujuan  kita untuk melangkah melampauinya, jauh ke depan.



Thursday, 30 May 2013

Anything won't be perfect without you.


Pagi itu, setelah menghabiskan dua minggu melewati malam-malam tanpa lelap. Terbangun dan berjalan menuju matahari. Berharap matahari dapat membantu memperbaikinya. Dapat mengangkatku ke atas seperti sebelumnya.

Dia masih disana. Masih menawan seperti biasanya. Berusaha angkat aku ke atas, bersamanya.

Aku yang berubah. Aku yang tidak sama. Dan tersadar, selama ini bukan matahari yang tarik aku ke atas. Tapi kamu yang selalu berusaha angkat aku ke atas, ke arah semua mimpiku.




Saturday, 27 October 2012

GUIK


Babi merah muda dan kembang mawar...ada yang lebih romantis lagi??



Friday, 16 March 2012

Owl Pastel Galau


Senangnya bekerja di kantor yang juga punya galeri sebagai sampingannya. Jadi bisa curi-curi nonton kalau pas acaranya bagus dan kerjaan kantor lagi numpuk ;)

Kemarin malam (2012 03 15), ketika saya dan beberapa kawan seharusnya bergelut dalam pekerjaan tambah, memutuskan untuk menonton acara Obral (Obrolan Rabu Malam) di galeri kantor.  Sambil menunggu makan malam dengan menu yang berputar sama tiap lembur. Sepertinya memang harus nonton, karena makanan malam itu datangnya lama sekali… Mana bisa kerja kalau perut lapar??

Yang jadi bintang tamunya si bang Pablo Ientile. Pablo ini adalah seorang Illustrator dan motion graphic designer yang tinggal dan bekerja di Madrid dan Berlin. Saat ini, Pablo sedang melaksanakan ‘misi suci’ Illustration around the world, yaitu melakukan perjalanan, merekam lewat gambar dan sketsa dan berjumpa artis serta desainer di negara-negara atau tempat yang disinggahinya. Yang rencananya akan dibukukan pada pertengahan tahun ini.
Kesempatan untuk berkeliling dunia dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki ide dan semangat yang sama. Menyenangkan. Saya mau kehidupan macam itu.

Oke, back to reality. Makan malam lemburan bersama kawan. Diantara keremangan lampu kantor. Makan malam di meja yang penuh dengan kertas bertinta. Menu makanan yang berputar kembali, dan obrolan ringan tentang masa depan. Ada seorang kawan yang bercita-cita jadi sosialita loh. Saya juga mau, sosialita enak. Setiap hari besenang-senang. Dari satu arisan ke arisan lainnya, dari satu pesta ke pesta lainnya.


Pekerjaan tambah selesai bertepatan dengan selesainya acara di galeri. Menyempatkan diri berfoto bersama Pablo dan kawan senasib sepenanggungan lemburan sebelum pulang ke rumah. Pulang ke rumah dalam keadaan mengantuk sangat. Ingin segera tidur.

22.15 Rumah. Ganti baju langsung menuju kasur nyaman, buat bubu.

22.45 Terbangun karena kedatangan adek saya yang paling kecil. Abegeh unyu penggalau. Tambah tidak bsas tidur mendengar deru ekor Lua di balik tembok kamar. Terjaga.

23.08 Memutuskan bangun, cuci muka dan minum air putih kemudian lanjutkan tidur. Voila…rasa ngantuk sudah pergi ternyata. Kertas  hvs bekas – sket – sket ditemani curhatan khas abegeh yang ditimpali sindiran ejekan khas kakak laki-laki yang sedang galau tesis.

23.20 scan – photoshop. Masih dengan latar belakang curhatan abegeh unyuh dan kakak laki-lakinya.

00.56 Jadi deh…Owl Pastel Galau ;)



Rupanya, tanpa sadar, saya terpengaruhi semangat si abang Pablo. Seumur-umur baru kali ini saya semangat bikin sket yang langsung diselesaikan jam itu juga.

Curhatan galau abegeh unyu dan semangat positif illustrator kreatif…kapan lagi??

;)



Matahari terbenam, hari mulai malam….
Terdengar burung hantu suaranya merdu….
Hu hu..hu hu…hu hu.. hu hu hu hu…